Bisakah Manusia Menciptakan Alam Semesta Virtual? (Dunia Buatan)

Diposting pada
Bisakah Manusia Menciptakan Alam Semesta Virtual (Dunia Buatan)

Menurut teori penulis, alam semesta ini seperti sebuah sistem di komputer. Alam semesta itu ibarat sebuah simulasi komputer dimana ada sebuah eksekusi program (read, write, execute). Asset, data, dan struktur pembentuk lain dari program tersebut menjadi sebuah himpunan instruksi. Bumi dan seisi-nya terbentuk dari beberapa himpunan instruksi program. Himpunan bernyawa adalah manusia, himpunan tidak bernyawa adalah benda mati.

Contoh dunia buatan. Games ber-genre Open World (GTA V, Watch Dogs, Red Dead Redemption 1/2) Secara tidak sadar manusia sudah menciptakan dunia baru, namun dunia itu tidak bisa di tinggali, tetapi bisa di akses dengen cara virtual saja melalui perantara karakter di dalam sebuah game tersebut.

Pertanyaan nya bisakah manusia tinggal di dunia buatan tersebut? Jawaban-nya: Bisa saja

Menurut teori penulis, jika manusia memindahkan kesadarannya di dunia nyata dan memasukan kesadarannya di dunia buatan tersebut besar kemungkinan dia bisa hidup di dalam nya (namun bukan di anggap sebagai manusia lagi namun sebagai himpunan bernyawa).

Jadi intinya manusia berganti tubuh, memindahkan kesadarnya ke dunia buatan tersebut. Kesadaran kita perlu singkron di dunia baru tersebut, sama halnya dengan di komputer jika berbeda protocol ia tidak bisa tersambung perlu ada nya penyesuaian supaya bisa tersambung.

Ini lah yang menarik di dunia buatan ini…

Apakah himpunan bernyawa tersebut bisa hidup abadi? Apakah ia makan? Apakah ia tidur? Apakah ia bisa mati?

Semua itu di tentukan oleh program, karena sifat program itu tak terbantahkan.

Mari kita diskusikan, bahwasanya kita hidup di jaman yang sudah modern ini, teknologi semakin berkembang pesat, ada waktunya di mana manusia bisa menciptakan sebuah penemuan di mana ia dapat memindahkan kesadaranya dan mampu hidup di dunia buatan yang di ciptakan nya sendiri. Tidak mustahil himpunan bernyawa itu bisa hidup abadi, tanpa perlu makan, minum, tidur dikarenakan itu semua merupakan dunianya, di kendalikan atas dasar intruksi program yang ia buat sendiri.

Mungkinkan semua itu bisa terwujud….?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *