5 Fakta Keistimewaan Media Sosial Yang Membantu Rakyat Kecil

Diposting pada

Keistimewaan Media Sosial – Luasnya jangkauan internet hingga ke berbagai belahan dunia telah menjadikan media sosial alat beberapa keistimewaan media sosial. Dari media sosial inilah setiap orang bisa berekspresi dan berkreasi.

Dengan media sosial pula setiap orang bisa saling terhubung, bisa berbagi kisah, berbagi informasi (pribadi) terkini, saling menginspirasi, berkumpul, bahkan menggalang aksi gerakan sosial masyarakat yang epektif. Nah, berikut ini ulasan mengenai beberapa keistimewaan media sosial yang perlu kamu tahu. Simak ya!

Baca Juga: Cara Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak Tanpa Kursus

Beberapa Keistimewaan Media Sosial

keistimewaan media sosial

1. Mengemudi Ojek Online Sembari Membawa Anak

Beberapa tahunbelakangan ini, jagat media dihebohkan dengan pengemudi ojek online yang membawa serta anaknya bekerja. Salah satu salah satu pengguna jasa ojek online bercerita, bahwa dia mendapatkan driver yang bekerja sambil mengasuh anaknya. Karena merasa iba, si custemer tersebut pun meminta bahwa dia saja yang mengendarainya, sementara si driver di bonceng olehnya.

Saat kendaraan sedang berjalan, si driver pun bercerita bahwa dia menjadi pengemdui ojek online karena sudah diceraikan oleh suaminya dan diusir dari kontarakannya, dimana kini ditinggal di mushola. Mendengar kisah sang driver, pengguna ojek online tersebutpun langsung membagikannya di media sosial dan langsung meraih banyak sekali simpati orang-orang.

Para warga net merasa sangat terharu dengan perjuang sang driver yang tetap mencari nafkah meski sembari mengasuh anaknya. Para nitizen juga mendokan si driver semoga rezekinya selalu dilancarkan.

Selain itu, ada juga sejumlah nitizen yang menyumbangkan berbagai perlengkapan bayi, seperti: gendongan bayi, pakaian bayi, dan lainnya. Berkat media sosial ini, driver ojol tersebut pun kini juga memperoleh satu buah rumah kontarakan yang dibiayai oleh suatu Lembaga Sosial.

2. Tukang Ojek Berhati Mulia

Keistimewaan media sosial berikutnya yaitu tentang seorang tukang ojek berhati mulia di stasiun pal merah yang kini banjir orderan penumpang. Kisah ini dibagikan di media sosial beberapa tahun lalu dan langsung viral pada tahun itu.

Sang pengemudi tersebut bernama pak Soleh, bapak ini tidak pernah menyangkan bahwa ojeknya akan ramai orderan penumpang. Beliau mengaku sangat bersyukur karena sekarang ini lebih banyak orang yang menggunakan jasanya melalui media telepon.

Namun, tidak semua orderan yang masuk ke teleponnya tersebut dapat terpenuhi karena terbentur usianya yang sudah lanjut. Ya, karena usianya sudah lanjut, beliau hanya bisa mengantarkan penumpang dengan jarak dekat saja.

Pak Soleh menjadi viral di jagat media sosial sejak seoranng penumpang perempuan membagikan pengalamannya menggunakan jasa ojek dari pak Soleh ke media sosial. Bahkan penumpang tersebut pun mencantumkan nomor telepon pak Soleh dalam unggahannya tersebut.

Dalam unggahan tersebut diceritak bahwa Pak Soleh (usia 66 tahun) adalah seorang tukang ojek pangkalan di salah satu stasiun yang ada di Jakarta Barat. Si penumpang tersebut pun juga menceritakan suka duka pak Soleh selama narik ojek di usianya yang udah lanjut ini. Umumnya, para objek pangkalan memasang tarif mahal, tapi pak Soleh jusung memasang tarif seikhlasnya untuk para penumpang yang menggunakan jasanya.

Unggahan si penumpang ini lantas langsung dipenuhi oleh para warga net yang merasa terharu akan pak Soleh. Banyak yang mengatakan bahwa pak Soleh sangat berhati mulia dan banyak juga yang mendoakan semoga rezeki pak Soleh selalu dilancarkan. Kini, banyak orang yang menggunakan jasa pak Soleh.

3. Kerja Keras Driver Taksi Demi Mewujudkan Impian Anaknya

Kisah selanjutnya datang dari seorang pria yang bekerja sebagai supir taksi yang bekerja keras demi mewujudkan impian buah hatinya yang ingin merayakan ulang tahun di restoran cepat saji. Kisah mengharukan ini rupanya saat sang driver yang diketahui bernama pak Alek tersebut memasang foton anaknya di dashboard taksi yang di kendarainya.

Cara tersebut dia lakukan sebagai upaya pembangkit semangat agar dirinya dapat merayakan ulang tahun anaknya yang akan menginjak usia ke 5 tahun. Seorang warga net pun mengunggah foto pak Alek yang tengah memajang foto anaknya tersebut di dekap panel spedometer mobil taksi yang dikendarainya.

Foto yang diunggah di media sosual oleh salah satu warga net tersebut pun cepat menyebar diantara pengguna lainnya. Tidak pelak, foto tersebut langsung dibanjiri oleh berbagai komentar positif. Para warga net memuji dan terharu akan semangat pak Alek yang begitu tulus ingin membahagiakan buah hatinya itu.

Perjuangan pak Alek pun berbuah manis, berkat media sosial, kini ada salah satu restoran capat saji yang langsung menaruh simpati pada Alek dan menghadiahkan perayaan ulang tahun untuk anaknya. Kado ini pun menjadi kado terindah untuk anaknya. Bahkan petinggi perusahaan tempatnya bekerja juga menaruh simpatinya.

4. Perjuangan Mbah To Demi Istri Tercintanya

Seorang kakek yang lebih akrab disapa Mbah To dari Madiun Jawa Timur rela meluncur ke Yogyakarta untuk mencari nafkah demi istrinya. Perjuangan Mbah To ini pun sudah tersebar luas di berbagai media sosial.

Mbah To bercerita bahwa dirianya pergi ke Yogyakarta dengan cara menumpang truk terbuka dan membawa serta sepedanya. Setibanya di Yogkarta, Mbah To ini pun langsung menjadi seorang pemulung keliling dan hasil mulungnya tersebut beliau jual ke berbagai pengepul barang bekas yang ditemuinya.

Dalam kesehariannya itu, mbah To rata-rata memperoleh uang dari hasil mulungnya antara Rp20.000 hingga Rp 25.000. Selama di Yogyakarta dia hanya beristirahat di pinggir jalan dan di sekitar pelataran kios-kios untuk berteduh dari hujan maupun panas.

Setelah foto dan kisah mbah To menyebar luas di media sosial, para warga net Yogyakarta dan Madiun pun berbondong-bondong ingin membantunya karena merasa terharu dengan perjuangan mbah To. Para warga net beramai-ramai mencari keberadaan mbah To di Yogyakarta lantara mbah To memang hidup dengan cara berpindah-pindah tempat. Semenrara

Perjuangan pencarian pun akhirnya membuahkan hasil manis, mbah To ditemukan oleh Tim Sedekah Rombongan selama hampir sepekan masa pencarian. Mbah To pun akhirnya diantarkan ke ke kampung halamannya setelah sekian lama menahan rindu.

5. Seorang Kakek Pengayuh Becak

Abdul Syukur atau lebih akrab disapa Pak Dul merupakan seorang tukang becak yang setiap harinya mangkal di Surabaya, tepatnya di kawasan ITC. Sosok yang berusia 65 tahun ini kini dikenal oleh masyarakat luas berkat kekuatan media sosial. Bahkan beliau pun pernah diundang oleh wali kota Surabaya ke rumahnya.

Hal tersebut bermula saat foto-foto beliau saat tengah mengayuh becak tersebar di media sosial yang kemduian jadi referensi liputan oleh berbagai media. Kisah pak Dul ini diunggah pertama kali oleh salah satu warga net yang merasa terharu melihat pak Dul yang membantu memperbaiki jalan berlubang di kawasan ITC pada pukul 11 malam.

Padahal usia pak Dul ini sudah lanjut, namun beliau tetap bersemangat untuk membantu memperbaiki jalan berlubang dan tetap semangat mencari nafkah untuk kebutuhannya hidupnya. Para nitizen pun banyak yang terenyuh sehingga mendoakan pak Dul semoga selalu dilancarkan rezekinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *