Tips Menulis Buku Dalam Waktu 30 Hari – Bagian #2

Diposting pada

Jika sebelumnya pada Tips Menulis Buku 30 Hari Bagian 1, menyampaikan tentang Konsisten, target menulis harian, jenis buku yang akan ditulis, dan daftar isi, maka di sini akan kita lanjutkan tips menulis buku dalam 30 hari. Karena pada dasarnya, memang pembahasan pada artikel pertama belum selesai. Jadi di sini kita akan melanjutkannya pada bagian kedua ini.

Tips Menulis Buku Dalam 30 Hari Bagian #2

Pertama menentukan jenis buku yang akan di jadikan referensi

Kita harus menentukan jenis-jenis buku yang akan kita jadikan Referensi dalam menulis. Tidak memungkiri, dalam perjalanan yang menulis, seseorang akan kehabisan ide, kehabisan gagasan, yang menyebabkannya berhenti untuk menulis dan melanjutkan tulisannya. Buku-buku yang dimaksudkan tadi adalah, jika suatu saat kita kehabisan ide, kehabisan kosakata, kehabisan gagasan, jika di depan dan kanan kiri kita ada buku-buku yang sudah kita siapkan sebagai referensi, tidak bisa membukanya. Dan biasanya, kita akan menemukan beberapa kata kunci yang menjadikan gagasan kita menjadi berkembang kembali. Menjadikan pikiran yang tadinya seakan kehabisan ide, menjadi aktif kembali. Inilah tujuan kita memilih beberapa buku yang akan kita jadikan referensi.

Kedua melakukan apa yang kita lakukan supaya enjoy

Menyiapkan camilan kecil (makanan ringan) atau musik yang kebiasaan masing-masing dari kita menyukainya. Dan saat melakukannya kita akan merasakan enjoy, nyaman dan tenang kembali. Masing-masing orang dalam hal ini pasti berbeda. Ada yang menyukai cemilan kecil. Ada yang menyukai musik. Ada juga yang menyukai keduanya, atau bahkan tidak menyukai keduanya. Jadi, pada bagian ini, masing-masing dari kita bisa melihat dari kita dari kebiasaan-kebiasaan kita. Apakah kita termasuk orang yang menyukai keduanya, satunya, atau tidak sama sekali.

Apa sih perlunya menggunakan camilan atau musik saat menulis? Pada dasarnya tidak harus keduanya juga. Pada intinya, saat kita merasa lelah, merasa capek, ada instrumen atau alat yang bisa kita gunakan untuk dengan segera mengembalikan stamina dan semangat kita. Ada yang cukup hanya dengan berdiri, minum air putih, atau sekedar jalan-jalan ringan. Ini pun bisa kita lakukan dan menjadi pilihan kita juga. Tergantung dari kita. Namun satu yang perlu menjadi catatan adalah jangan sampai kita terlalu fokus ada santai-nya, namun menulisnya tidak. Ini akan justru mengganggu kegiatan menulis kita. Karena tujuan rehat itu adalah menyegarkan kembali pikiran yang di sela-sela aktivitas menulis, bukan menulis di sela-sela Kita istirahat. Meskipun hal itu juga bisa dilakukan. Karena disini adalah kita berbicara target dan kontinuitas.

Dalam beberapa teori psikologi, seseorang yang capek dan lelah akan memproduksi Hormon Endorfin dalam jumlah yang sedikit. Sehingga pikirannya cenderung tegang, kurang inspiratif, dan lelah. Dan tujuan dari istirahat di sela-sela menulis, adalah memicu otak kita untuk di endorfin dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga kita pun menjadi jauh lebih tenang dan lebih nyaman. Kegiatan menulis pun menjadi tidak terganggu lagi.

Sebuah contoh

Sebuah cerpen menceritakan seorang pekerja keras, yang dengan kapaknya dia mampu menebang 30 pohon dalam sehari. Saking senangnya, dia begitu bersemangat, dan dalam 3 hari pertama, dia mampu merobohkan 30 pohon dalam sehari. Anehnya pada hari keempat, kelima, keenam dan selanjutnya, jumlah pohon yang mampu ditebang semakin menurun dan menurun. Dia heran dengan apa yang terjadi pada dirinya. Bagan hal itu sempat membuatnya frustasi. Sehingga pada saat itu, dia konsultasi dengan pemilik perusahaan dimana dia bekerja. Dan tanggapan yang diberikan oleh pemilik perusahaan begitu simple namun mengena. Pemilik perusahaan hanya mengajukan pertanyaan, menyempatkan dirimu untuk mengasah kapak? Dan jawabannya adalah, pekerjaan hati tidak menyempatkan diri nya untuk mengasah kapak. Sehingga justru alat yang seharusnya dia tajamkan, tidak diperhatikan. Menulis buku alatnya adalah pikiran. Jika pikiran sudah lelah, maka perlu istirahat. Itu kuncinya.

2 komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *