Tips Menulis Buku Tanpa Kehabisan Ide Bagian #1

Diposting pada
Tips Menulis Buku Tanpa Kehabisan Ide Bagian #1

Jika anda kebetulan sedang menulis Buku, dan dalam proses menulis kehabisan ide ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. Karena kenyataan, banyak dari Penulis pemula, kehilangan ide saat menulis. Sehingga pada saat proses berjalannya waktu, dia cenderung berhenti di tempat dan karyanya tidak bisa diselesaikan tepat waktu. Ada bahkan, apa yang sudah dimulainya dari yang dibuat, cenderung terabaikan dan terlupakan. Enggan untuk memulai kembali karena ide dalam pikirannya akan habis tidak muncul kembali. Untuk tips menulis buku tanpa kehabisan ide dan gagasan, anda bisa mencoba beberapa tips ampuh berikut ini;

Tips Menulis Buku Tanpa Kehabisan Ide Bagian 1

Pertama wajib memiliki satu kebiasaan

Sebagai seorang penulis maka anda wajib memiliki satu kebiasaan yang tidak bisa anda tinggalkan. Kebiasaan apakah itu? Kebiasaan membaca. Kebiasaan untuk senantiasa menambah pengetahuan dan pemahaman, serta wawasan terutama dalam bidang-bidang yang di tekuni. Penulis buku seniman, harus mengerti apa dan bagaimanakah seniman itu. Penulis biologi, harus mengerti seperti apa biologi itu dan Bagaimana perkembangannya. Seorang penulis psikologi, harus mengerti apa dan bagaimana psikologi itu. Jika dia sendiri tidak mengerti, apa yang ditulisnya, tentu saja pembacanya pun tidak akan bisa mengerti secara lebih jelas apakah sebenarnya yang dimaksudkan.


Ada sebuah ungkapan menyebutkan, seorang penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik pula. Seseorang tidak akan bisa menulis dengan baik, apabila dia tidak pernah membaca. Seorang penulis yang jarang membaca, tidak akan memiliki diksi yang cukup dalam pikirannya. Sehingga bahasa yang digunakan, hanya itu-itu saja. Tidak pernah berkembang, variatif, dinamis, dan memiliki gaya bahasa yang menyenangkan.

Jadi sampai disini, saat kita menyadari bahwa membaca miliki yang sangat besar bagi seorang penulis. Dan tidak bisa ditinggalkan, dengan alasan apapun juga.

Kedua wajib memiliki jadwal menulis

Seorang penulis wajib memiliki jadwal menulis, yang dia selalu lakukan setiap harinya.

Seorang pendekar yang baik, akan selalu berusaha menggunakan otot-ototnya untuk tidak digunakan setiap hari. Dia kan berusaha menggunakan kembali jurus-jurus yang pernah dia pelajari, mencoba menerapkannya, menelah ulang dan memahami Bagaimana Sebenarnya sebuah jurus itu dibentuk. Bahkan dikisahkan, Bruce Lee selalu melatih dirinya, minimal melatih mental nya dengan menggunakan visualisasi setiap hari. Dengan memvisualisasikan keberadaan musuh yang ada di depannya, dan dia menggunakan jurus jurus yang dipelajari dengan pikirannya. Terbukti, Bruce Lee tumbuh dan berkembang menjadi seorang pendekar yang terkenal.

Seorang penulis pun, harus sering menggerakkan dan menggunakan jari-jarinya untuk menulis. Tidak bisa tidak. Jika ingin tulisannya baik, mengalir, mudah dimengerti dan menyenangkan. Seperti halnya seorang anak kecil, yang setiap hari dilatih dan dibiasakan untuk berbicara orang orang dewasa. Barangkali pada awalnya, dia akan merasa berat, cadel, dan tidak bisa menirukan seperti halnya orang dewasa berbicara. Namun pada saat dia sudah bisa, terkadang apa yang diucapkan jauh banyak daripada apa yang sudah diajarkan orang tuanya. Menulis buku pun demikian, harus dibiasakan agar apa yang dia tulis semakin baik dan semakin lihai.

Keetiga wajib mengambil jeda untuk istirahat

Penulis wajib mengambil jeda untuk istirahat. Tidak ada seseorang bekerja terus-menerus tanpa istirahat. Dia butuh waktu untuk mengistirahatkan pikiran dan badannya. Dengan istirahat yang cukup, dia sebenarnya telah mengumpulkan energi baru sehingga pada saat memulai pekerjaan yang baru, akan ada semangat baru, inspirasi baru, gagasan baru, ide yang baru dan lainnya.

Baca Selengkapnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *