Tips Menulis Buku Tanpa Kehabisan Ide Bagian #2

Diposting pada

Melanjutkan apa yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya Tips Menulis Buku Tanpa Kehabisan Ide Bagian #1, yang masih berkaitan dengan bagaimana tips Menulis yang baik yang bisa digunakan dalam menulis buku tidak kehabisan ide. Sebenarnya apa sudah kami sampaikan sebelumnya, adalah lebih dari cukup jika kita menerapkan-nya betul. Karena pada tips sebelumnya, sudah memuat pokok yang harus dikerjakan oleh seorang penulis dan kebiasaan wajib nya. Dan itu juga dilakukan dan ia lebih dari cukup. Pada tips menulis buku lanjutan ini adalah tambahan yang mungkin bisa anda terapkan, jika mungkin kebetulan tips yang pertama masih berat bagi anda.

Tips Menulis Buku Tanpa Kehabisan Ide Bagian 2

Pertama memiliki niat yang tulus

Seorang penulis harus memiliki niat yang tulus. Untuk apa tulisannya dibuat? Apakah sekedar mencari  popularitas, mendapatkan keuntungan, atau sekedar iseng saja. Dalam beberapa hal, kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar kita, seseorang ketika mengerjakan sesuatu asti dan lazim harus memiliki sebuah tujuan. Seorang penulis yang baik harus memiliki visi, memiliki tujuan yang jelas, memiliki motivasi yang jelas dalam menulis. Dan ini, wujudkan dalam niatnya. Jika seorang penulis betul-betul, ingin menjadikan apa yang ditulisnya bermanfaat bagi orang lain, maka corak tulisan yang dia buat tentu saja tidak dibumbui dengan pola pikiran yang hanya merujuk pada keuntungan-keuntungan saja. Apa yang dimaksudkan dari pikiran-pikirannya taruna dimaksudkan untuk memberikan pencerahan bagi orang lain. Memberikan tuntunan bagi orang lain dan mendedikasikan dirinya, tapi bermanfaat bagi sesamanya. Dia takkan pernah peduli, apakah tulisannya dapat dihargai atau tidak. Baginya yang paling pokok adalah menulis dan berbagi tulisan. Jika motivasi seorang penulis sudah demikian, maka dia tidak akan peduli apakah tulisannya akan dicemooh, dihargai, dikritik atau memberi manfaatkan bagi orang lain.

Bahkan sejarah membuktikan, para ulama-ulama dulu tidak pernah menuliskan dalam label karya tulisnya, dengan memberikan copyright atas namanya. Bahkan beliau beliau itu tidak peduli, apakah bukunya akan di salin, di plagiat atau dipelajari saja. Satu hal yang mereka inginkan, apa yang mereka buat dari kerja kerasnya dalam menulis, nantinya akan bermanfaat berkah bagi sesamanya. Mengeluarkan sesamanya dari kebodohan dan ketidaktahuan. Saya kira, ini adalah tujuan yang sangat murni dari hati mereka. Niat dalam menulis yang tidak akan membuat mereka dan karya-karyanya lekang oleh zaman.

Kedua harus memiliki buku catatan

Seorang penulis harus memiliki buku catatan. Entah itu buku catatan yang kecil, ataukah buku lain yang memungkinkan dia menuliskan semua gagasan-gagasan yang muncul dalam pikirannya. Mengapa harus demikian? Karena gagasan-gagasan yang muncul dalam pikiran kadang tidak terulang dua kali, seringkali karena sifat manusia yang sering lupa, sebuah gagasan besar kadang-kadang hilang begitu saja, seakan terbang dibawa angin. Nah untuk mengikatnya, seorang penulis dalam menulis bukunya harus memiliki buku catatan. Tentu saja buku catatan ini harus dia bawa, kapan pun dan dimanapun dia berada. Sehingga, apabila suatu saat muncul gagasan dia tidak perlu khawatir kehilangan karena dia sudah mencatatnya. Jadi tugasnya adalah, mencatat semua ide yang muncul di kepalanya saat itu ada.

Bagaimana jika kemudian hal ini dirasakan tambah ribet? Satu hal yang pasti di zaman ini adalah masing-masing dari kita memiliki Smartphone. Kita tinggal install saja, berapa aplikasi yang bisa digunakan untuk catatan. Aplikasi apapun itu asal bisa, bisa Anda coba untuk instal di Smartphone anda. Bahkan beberapa Smartphone, sudah support dan aplikasi bawaan untuk catatan-catatan. Nah kita bisa menggunakan aplikasi ini, untuk mencatat kesan yang muncul. Saya rasa ini tidak ribet, karena setiap hari membawa Smartphone nya. Dengan membawa Smartphone ini, aktivitas menulis perbedaan ia menjadi tambah menyenangkan. Karena media yang kita gunakan, adalah media yang sering kita bawa dan kita manfaatkan Smartphone.

Ada sebuah ungkapan yang perlu di sampaikan di sini, ilmu adalah binatang buruan dan tulisan adalah pengikatnya. Sebuah pemahaman, sebuah gagasan, sebuah ide yang baik dan cemerlang terkadang tak lahir sebab kita berpikir keras dan saat serius. Terkadang, ide cemerlang dalam menulis, justru hadir saat kita sedang santai, tenang dan nyaman atau bahkan di tengah aktivitas kita. Maka mencatat pesan itu dengan segera adalah hal yang wajib dan juga harus dilakukan seorang penulis.

Baca Selengkapnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *